HUKRIM  

Laporan Sudah Berjalan Lebih Dari Empat Bulan Dipolsek Percut Seituan, Oknum Polisi Tugas Luar Mencoba Mediasi Dan Diduga Pelaku Dijadikan Saksi

Medan || Liputanpetang – Polsek percut Seituan lamban menangani kasus penganiayaan terhadap Erwin jones situmorang (36), yang terjadi di jalan H anif desa sampali kec percut Seituan tepat nya dicafe harahap senin 03/04/2023 sekitar pukul 02.00 wib

Berawal dari pertengkaran teman korban dengan terduga pelaku bernama gunawan biasa dipanggil igun,korban berusaha untuk melerai pertengkaran tersebut akan tetapi korban dipukul oleh teman terduga pelaku memakai bangku kayu yang berada dilokasi sehingga membuat kepala korban bocor dan mendapat tujuh jahitan

Pada saat itu Korban bersama teman nya menjadi bulan bulanan pemukulan pelaku yang diduga mencapai sepuluh orang, Masih dihari yang sama korban datang ke polsek percut Seituan sekitar pukul 09.00 wib untuk membuat laporan.

Setelah membuat laporan korban berusaha di mediasi oleh oknum polisi tugas luar polsek percut Seituan berinisil Aipda DS, sekitar pukul 20.00 wib korban dan pelaku bertemu di rumah oknum polisi Aipda DS dan dalam pertemuan tersebut terduga pelaku Gunawan juga
hadir bersama pelaku penganiayaan yang lain serta sepakat berdamai dan mengganti biaya perobatan sebesar Rp 4.000.000

Dalam perdamaian tersebut pelaku berjanji akan membayar biaya berobat korban Rp 3.000.000 dan biaya cabut perkara Rp 1.000.000 akan tetapi sampai bulan Juli pelaku tidak ada membiayai korban untuk berobat sehingga korban merasa kesal

sehingga sampai selasa 18/07/2023  korban mendatangi polsek percut seituan untuk mempertanyakan laporan nya kenapa sampai sekarang untuk saksi pun belum ada dipanggil, lalu juper nya pak eko mengarahkan agar datang pada hari jumat malam,laporan korban seakan jalan di tempat, iya bang bahkan saksi saja belum ada diperiksa” ucap Erwin

Setelah pemeriksaan saksi, Aipda DS berusaha untuk mencari korban agar mau berdamai, akan tetapi korban hanya mau agar semua pelaku penganiayaan terhadap dirinya segera ditangkap polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya dimata hukum

Tepat (25/08) korban mendapat surat SP2HP dari polsek percut seituan, yang membuat korban bingung dalam SP2HP  tersebut nama Gunawan salah satu diduga penganiaya korban di buat saksi tanpa sepengetahuan korban, iya bang itu saksi  yang ku bawak 2 orang, akan tetapi di surat SP2HP dibuat 3 orang saksinya salah satu nya diduga pelaku yang bernama gunawan” Ucap korban kebingungan

Rencana nya korban akan membuat laporan ke propam poldasu dikarenakan lambatnya penanganan kasus penganiayaan yang dialami nya, dan untuk saksi Gunawan yang dimasukan kedalam SP2HP nya korban akan menanyakan nya langsung ke polsek percut seituan

Ditempat terpisah kapolsek percut Seituan kompol. muhammad agustiawan ketika dikonfirmasi awak media mengenai terduga pelaku menjadi saksi beliau tidak membalas pesan awak media, bahkan penyelidik nya Aiptu s silalahi yang tertera no WA nya di SP2HP ketika dikonfirmasi awak media tidak membalas pesan dari awak media dan hanya di baca saja ( team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *